Blog

invest-1

Anda ingin berinvestasi tapi masih bingung? Banyak jenis investasi seperti membeli logam mulia, reksadana, dan lain-lain.  Membeli properti untuk investasi masih agak jarang dilirik karena membutuhkan modal yang jauh lebih besar, padahal membeli rumah atau apartemen sangat menguntungkan, karena harganya selalu naik tiap tahun. Ini beberapa keuntungan lain saat akan investasi properti tahun 2020.

1. Uang Muka Turun

Penyebab utama orang enggan berinvestasi di bidang properti adalah harganya yang mencapai ratusan juta hingga milyaran. Bahkan uang mukanya juga puluhan juta. Walau ada fasilitas cicilan DP hingga 10 kali dari developer , namun tetap saja terasa mahal. Apalagi jika rumah itu ada di lokasi strategis, harganya selangit.

Tahun 2020 ada aturan baru yang membuat Anda bisa  melakukan investasi properti, yakni penghapusan pajak penjualan atas barang mewah (Ppn Bm) dari rumah yang harganya di bawah 3 milyar rupiah. Jadi harga hunian bisa turun dan otomatis uang mukanya juga turun.  Bongkar tabungan Anda dan cari properti idaman sekarang juga.

2. Bisa Disewakan

Properti yang tidak dihuni, misalnya rumah kedua atau unit apartemen, bisa disewakan agar tidak sia-sia. Bayangkan jika harga sewa rumah adalah 12 juta setahun, maka Anda mendapat uang tambahan di luar gaji sebesar 1 juta rupiah per bulan.  Uang sewa itu bisa digunakan untuk menambah cicilan KPR ke Bank, sehingga tidak terlalu memberatkan.

3. Harga Makin Naik

Investasi properti mampu membuat kantong makin tebal, karena harganya semakin naik tiap tahun. Jika tahun ini Anda membeli rumah seharga 250 juta rupiah, maka 5 tahun kemudian harganya bisa melonjak jadi hampir 400 juta. Keuntungan saat menjual rumah itu besar sekali, bukan? Jangan tunda lagi, tahun ini adalah saat yang pas untuk berinvestasi.

Uniknya, kenaikan harga yang lebih besar malah terjadi pada rumah berukuran mungil, seperti tipe 21 dan 36. Harganya juga tentu lebih miring daripada hunian bertipe 48. Saat akan dijual, rumah berukuran kecil biasanya lebih cepat laku, karena pasangan pengantin baru membutuhkan tempat bernaung yang mungil. Budget mereka juga lebih terbatas.

4. Resikonya Rendah

Memiliki rumah sebagai investasi resikonya cukup rendah, karena bangunannya relatif tidak mudah rusak. Hunian yang disewakan juga akan dirawat oleh pengontrak, sehingga Anda tidak takut properti Anda terbengkalai. Selain itu, investasi properti jenis ini resikonya tidak setinggi jika Anda membeli saham. Di pasar saham, keuntungannya memang tinggi tapi resikonya juga sangat tinggi.

5. Tidak Membuat Pusing

Saat Anda membeli rumah untuk dijadikan investasi, maka prosesnya mudah. Bawa uang muka dan surat-surat penting seperti KTP ke pihak pengembang, lalu KPR akan diajukan ke Bank. Setelah disetujui, maka surat perjanjian akan ditandatangani, dan Anda harus membayar cicilannya tiap bulan. Caranya mudah walau butuh waktu yang agak lama untuk menunggu KPR disetujui.

Bandingkan jika Anda memilih untuk berinvestasi pada pasar saham. Anda tidak bisa main feeling untuk menjual atau membeli saham pada hari itu. Keputusan untuk menjual saham harus diambi matang-matang, dengan mempertimbangkan kestabilan politik, membaca warta ekonomi, dan sebagainya. Jauh lebih memusingkan daripada investasi hunian.

Investasi properti pada tahun 2020 sangat menguntungkan bagi Anda, karena uang mukanya diturunkan oleh pihak developer. Selain itu, rumah bisa dijual lagi atau disewakan, dan Anda dapat passive income. Tunggu apa lagi, ayo beli rumah tahun ini dan rasakan banyak keuntungannya.

Ardy Salam

Agen property Yogyakarta. Ingin menjual atau membeli property? Konsultasi sekarang.

Hubungi Sekarang

Meninggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Membandingkan Sifat

Bandingkan (0)
Buka chat
1
Butuh konsultasi?
Halo, ada yang bisa saya bantu?
Powered by